Holaa , akhirnya aku
balik lagi nih. Setelah sekian lama berkutat dengan tugas kuliah yang seabrek.
You know lah, di semester 5 ini rata-rata mata kuliah studi broadcast
journalism banyak praktek nya dibanding teori, so lumayan hampir keteteran juga
. Oiya, kali ini aku mau cerita-cerita aja seputar pengalaman aku dalam
mengerjakan tugas kuliah sebagai video journalist kemarin.
Perlunya memahami format acara televisi dan element of the shots
Selama ini yang aku
pikir ketika membuat video itu cuma butuh ide terus sama alat-alatnya doang
kaya kamera, mic atau klip on. Nah ternyata tuh ya, selain itu juga harus ada
yang perlu dipahami. Kita harus ngerti dengan yang namanya format acara
televisi dan element of the shots. Kita
harus tau apa aja format acara televisi supaya tidak salah dalam pembuatan
liputan atau video nya. Ya supaya nyambung gitu. Misalnya format acara televisi
itu adalah berita (news), video yang
dibuat tentunya berbeda dengan acara yang formatnya drama (fiksi) ataupun non
drama (non fiksi). Nah disitulah pentingnya memahami format acara televisi dan elemen of the shots. Peran elemen of the shots ini berguna untuk
membuat sebuah shot agar bisa menggambarkan arti dan makna dari shot tersebut.
Temen-temen ada yang belom tau tentang element of the shots ? Pengen tau kan ? nih
dia unsur-unsur element of the shots .
1.Motivasi
Sebuah shot harus memiliki motivasi yang akan memberi alasan editor untuk memotong dan menyambungkan ke shot berikutnya. Misalnya : gelas jatuh dari meja, bisa dimotivasikan sebagai kehancuran atau keteledoran/ perceraian atau tersenggol anak kecil. Tetapi juga bisa mempunyai motivasi sebagai keindahan gelas yang akan jatuh menuju lantai.
2. Informasi
Sebuah shot harus memiliki motivasi yang akan memberi alasan editor untuk memotong dan menyambungkan ke shot berikutnya. Misalnya : gelas jatuh dari meja, bisa dimotivasikan sebagai kehancuran atau keteledoran/ perceraian atau tersenggol anak kecil. Tetapi juga bisa mempunyai motivasi sebagai keindahan gelas yang akan jatuh menuju lantai.
2. Informasi
Sebuah shot harus menggambarkan
informasi yang ingin disampaikan kepada pemirsa.
Misalnya seorang musisi sedang memainkan solo gitar, maka informasi yang akan disajikan adalah pangung konser, posisi pemain gitar, wajah pemain, petikan tangan, gitar dan sambutan penonton. Shot-shot ini akan menyampaikan informasi kepada pemirsa tinggal
Misalnya seorang musisi sedang memainkan solo gitar, maka informasi yang akan disajikan adalah pangung konser, posisi pemain gitar, wajah pemain, petikan tangan, gitar dan sambutan penonton. Shot-shot ini akan menyampaikan informasi kepada pemirsa tinggal
bagaimana kreativitas dalam pengambilan angle kamera.
3.Composition
Perhatikan komposisi gambar agar gambar dapat berbicara dengan sendirinya.
Ada empat bagian yang perlu diperhatikan :
3.Composition
Perhatikan komposisi gambar agar gambar dapat berbicara dengan sendirinya.
Ada empat bagian yang perlu diperhatikan :
a. Framing ( pembingkaian gambar )
b. Illusion of depth (kedalaman dimensi gambar)
c. Subject or object ( subjek atau objek gambar )
d. Colour ( warna )
Keempat bagian ini akan menyatu dalam komposisi shot yang akan dibangun.
4.sound
Faktor suara sangat mempengaruhi makna gambar misalnya sebuah shot jalan raya. Mungkin tidak dapat memberikan gambaran jalan begitu padat, macet, polusi, bising dll tetapi dapat dipertegas suasana dengan suara klakson mobil, sempritan polisi, derungan mesin mobil dll. Shot sangat dipengaruhi dan mempengaruhi kebutuhan suara baik dalam bentuk sound efect, live sound record sampai ke pembuatan musik ilustrasi pendukung suasana.
5.Camera angle
Faktor suara sangat mempengaruhi makna gambar misalnya sebuah shot jalan raya. Mungkin tidak dapat memberikan gambaran jalan begitu padat, macet, polusi, bising dll tetapi dapat dipertegas suasana dengan suara klakson mobil, sempritan polisi, derungan mesin mobil dll. Shot sangat dipengaruhi dan mempengaruhi kebutuhan suara baik dalam bentuk sound efect, live sound record sampai ke pembuatan musik ilustrasi pendukung suasana.
5.Camera angle
Sudut pengambilan gambar akan
memberikan kekuatan sebuah shot. Point of view ini akan menempatkan
arah pandangan mata penonton sehingga apabila arah ini salah maka penonton
akan mempunyai pandangan yang salah dari sebuah shot. Jika ini terjadi
maka seluruh elemen yang ada menjadi tidak berlaku lagi. Walaupun
warna, suara dan objek indah tetapi jika camera angle salah, arah pandang
shot menjadi gagal.
6.Continuity
Bisa disebut sebagai kontinuitas dari sambungan shot-shot yang dapat melengkapi isi cerita maupun karya visual. Potongan gambar harus disiapkan sesuai dengan kontinuitas yang diinginkan. Ada lima faktor kontinuitas yang harus diperhatikan pada saat shooting yaitu :
6.Continuity
Bisa disebut sebagai kontinuitas dari sambungan shot-shot yang dapat melengkapi isi cerita maupun karya visual. Potongan gambar harus disiapkan sesuai dengan kontinuitas yang diinginkan. Ada lima faktor kontinuitas yang harus diperhatikan pada saat shooting yaitu :
a. Contents continuity
Adalah kontinuitas atau kesinambungan gambar pada
isi cerita yang terangkum dalam sambungan berbagai shot. Contents
continuity bisa berbentuk benda ( tata artistk, properti ), sinar cahaya (
tata cahaya ), wardrobe dan make-up
b. Movement continuity
Adalah kontinuitas atau kesinambungan gambar pada
gerakan yang direkayasa ataupun yang terjadi dengan sendirinya (natural ).
Gerakan dalam adegan diperankan oleh pemain dan figuran,
sedangkan natural merupakan gerakan yang terjadi karena faktor
alam.
c. Position continuity
Adalah
kontinuitas / kesinambungan gambar untuk blocking pemain, posisi property
(tata artistik) dan berbagai posisi lainnya yang disesuaikan
dengan komposisi gambar dalam berbagai sudut arah kamera.
d. Sound continuity
Adalah
kontinuitas atau kesinambungan suara dalam gambar baik yang bersifat
direct sound (suara yang langsung direkam pada saat shooting
) maupun indirect sound ( sound effect dan ilustrasi musik )
e. Dialoque continuity
Adalah
kontinuitas atau kesinambungan dialog yang terwujud dalam percakapan para
pemeran sesuai dengan tuntutan cerita dan logika visual.
Seluruh
elemen ini saling terkait, saling terangkai dan saling terikat satu sama
lainnya.
Memahami format acara
televisi dan element of the shots sangat
besar pengaruhnya dalam pembuatan satu liputan ataupun video loh guys. Karena
kan kalo misalnya ga tepat, bisa jadi jomplang videonya... ya informasi yang pengen
disampein juga ga tepat sasaran alias gagal.
Nih seperti tugas mata
kuliah produksi feature semester lalu, aku sama tim ngebuat feature. Nah karena
feature itu merupakan berita yang ringan dan santai atau yang bisa disebut softnews, otomatis tentu video yang
dibuat bisa dikemas dengan lebih menarik dan dinamis. Beda kan dengan video
untuk hardnews ? hahha kalo hardnews tentunya ada batas-batas tertentu.
Liat gak gambar yang
diatas ? Keliatan kan, kalo pengaruh format acara televisi sangat berkaitan sama element of the shots. Waktu itu aku dan tim bikin sebuah feature yang berarti format acara televisi nya termasuk News, tapi bukan hardnews melainkan softnews. Nah informasi yang pengen disampein ke pemirsa adalah seorang host sedang lari pagi , olahraga lah
intinya, soalnya host pengen nunjukin tentang
gaya hidup sehat ala selebritis, khususnya lagi kan di Jakarta itu pasti
identik dengan kemacetan, aktivitas yang padat dan juga pola makan yang buruk.
Terdapat juga suara bising jalan raya serta burung yang berkicau. Pengen denger
? ntar deh aku kasih liat videonya. Emang sih video ini masih belom perfect
kalo disinggung tentang masalah element of the shots. Maklum, semester lalu aku
belom tau dengan hal yang kaya gitu. Hehehhe
Nih mau
liat ga video nya ?
DRAMA (Fiksi)
Nah, video diatas itu kan merupakan feature, feature bearti termasuk softnews, softnews bearti bagian dari news. Karena softnews itu diartikan sebagai berita yang ringan, video tersebut bisa dikemas dengan dinamis dan dibuat semenarik mungkin, agar penontonnya juga santai, gak terlalu serius gitu loh guys. Coba seandainya, element of the shot ga tepat, mungkin bisa-bisa video tersebut bukannya jadi softnews, malah jadi hardnews, hahahah yaa, kalo menurut aku sih ya, video diatas udah mencakup dari semua element of the shots.
Kalo yang tadi itu kaitan antara format acara news (softnews ) dengan element of the shots, soo, gimana hubungan element of the shots dengan format acara televisi yang lain ?? Sebelum itu aku mau kasih tau dulu, apa aja sih format-format acara televisi ?.. Nih dia baca yaaa guys...
Format acara televisi yang diproduksi dengan kreatifitas imajinasi dari kisah drama atau fiksi yang direkayasa dan dikreasikan ulang. Format tersebut merupakan interpretasi kisah kehidupan yg diwujudkan dalam suatu runtutan cerita dalam sebuah adegan.
Adegan-adegan tersebut adalah penggabungan antara realitas kehidupan dengan imajinasi para pembuatnya.
1. drama percintaan
2. tragedy
3. horror
4. komedi
5. legenda
6. aksi
NON DRAMA (Non Fiksi)
Format acara televisi yang diproduksi melalui proses pengolahan imajinasi dari realitas kehidupan nyata tanpa harus diinterprestasi ulang dan tanpa menjadi dunia khayalan.
Format tersebut bukan sebuah runtutan cerita fiksi dari setiap pelakunya.
Dengan pengartian bahwa non drama adalah merupakan runtutan pertunjukan kreatif yang mengutamakan unsur hiburan yang dipenuhi dengan aksi, gaya dan musik.
1. Talkshow
2. Konser
3. variety show
BERITA (News)
Format acara televisi yang diproduksi berdasarkan informasi dan fakta atas kejadian atau peristiwa yang berlangsung pada kehidupan nyata. Format ini memerlukan nilai-nilai faktual dan aktual yg disajikan dengan ketepatan serta kecepatan waktu dimana sifat liputan independen sangat dibutuhkan.
----------
Setelah dibaca, gimana ngerti gak ?
Nah karena format acara televisi itu bermacam-macam, untuk itulah kita tuh harus paham dengan yang namanya element of the shots. Soalnya format acara dan element of the shots itu sangat berpengaruh banget loh guys dalam pembuatan video atau liputan kita. Kalo misalnya kalian ngga memahami keduanya.. yah bisa bisa video kalian gak nyambung ama tema nya, yaaah ga enak diliat lah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar